Umumnya perempuan yang suka berdandan akan senang dengan
cara berias dan alat–alat riasan yang dapat menolong mereka menyamarkan flek di
wajah atau apapun yang dapat membuat mereka merasa tampil kurang cantik. Adanya
noda/flek/kerutan di wajah terasa mengganggu penampilan. Beribu macam cara
dilakukan dan diusahakan demi tampil beda. Seringkali tanpa disadari ataupun
diakui, kita juga ingin tampil 'cantik tanpa noda atau kerutan'. Bukan dengan
memakai alat–alat make up, tetapi mengenakan topeng agar bagian yang tidak
ingin terlihat, dapat tertutup dengan baik. Contoh praktis yang sering kali
bisa kita temui dalam hidup ini adalah Kasih yang seringkali dikemas melalui
beragam tindakan kasih, yang belum tentu menunjukkan adanya kasih dalam diri
seseorang. Tidak heran ada banyak orang yang tertipu dengan tindakan kasih yang
mereka harap–harapkan dari orang lain dalam hidup mereka, sebagai wujud nyata
kasih tersebut. Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Korintus memperingatkan bahwa tindakan kasih nyatanya
dapat juga dipisahkan dari kasih itu sendiri (1 Kor 13:3 "Dan sekalipun
aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku
untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada
faedahnya bagiku.)
Tindakan kasih yang luar biasa sekalipun belum tentu
dilahirkan dari kasih itu sendiri. Karena itu kita harus waspada, sebab tidak
semua tindakan baik dilahirkan dari hati yang mengasihi. Tidak menutup
kemungkinan bahwa mungkin tindakan baik yang kita lakukan hanyalah sekedar
untuk menutupi rasa bersalah kita, agar kita tidak dicap sebagai orang yang
tidak bertanggung jawab. Seringkali pula kita berespon terhadap semua ini
dengan mengatakan bahwa manusia memang sulit untuk mengasihi dan hanya Tuhan
sajalah yang mampu. Pertanyaannya, jika memang hanya Dia yang mampu, lalu apa
artinya perintah Yesus untuk saling mengasihi? (Yoh. 13:34-35)
(to be continue......^-^)
No comments:
Post a Comment